Buang Air Kecil (BAK) Setelah Cedera Sumsum Tulang Belakang

Buang Air Kecil (BAK) Setelah Cedera Sumsum Tulang Belakang

Buang Air Kecil (BAK) Setelah Mengalami Spinal Cord Injury (SCI) – Salah satu persoalan yang dialami oleh penyandang cedera sumsum tulang belakang adalah kesulitan untuk mengontrol keinginan buang air kecil (BAK). Di artikel ini akan dibahas tentang dampak jika tidak bisa mengendalikan keingininan untuk BAK dan Bagaimanakah caranya belajar mengatur untuk BAK. Yup langsung saja yaa..


1. Apakah dampak jika tidak bisa mengendalikan keinginan buang air kecil?

Air seni yang keluar tanpa terasa jika tidak dibersihakn dan dibiarkan membasahi anggota tubuh bagian bawah secara terus menerus bisa mengakibatkan infeksi pada saluran kencing dan menyebabkan terjadinya lecet (iritasi) pada kulit, misalnya: gatal-gatal, memerah, dan terasa perih. Pada akhirnya kondisi ini bisa menyebabkan luka tekan atau sering dikenal dengan istilah dekubitus.


2. Bagaimanakah caranya belajar mengatur pembuangan air seni?

Walaupun tidak bisa mengendalikan keinginan buang air kecil karena kondisi seperti yang telah dijelaskan pada point pertama diatas, bukan berarti penyandang cedera sumsum tulang belakang menjadi tidak berdaya mengendalikan proses buang air kecil tersebut.


Buang Air Kecil Setelah Cedera Sumsum Tulang Belakang


Berikut adalah cara yang bisa dilakukan oleh penyandang cedera untuk mengalihkan proses buang air kecil sesuai dengan keadaanya:

  • Minum air setiap dua jam sekali, disarankan air putih saja
  • Setelah minum sebaiknya kateter diikat & dibuka kembali setelah dua jam kemudian untuk mengeluarkan air seni
  • Lakukan aktivitas ini selama satu bulan. Setelah satu bulan rentang waktu diperpanjang misalnya tiga jam dan ditingkatkan secara bertahap rentang waktunya.
  • Bila dilakukan secara bertahap dan tepat waktu maka dapat menjadi pola buang air kecil yang teratur.

Catatan penting:

  • Jika pada saat pembukaan kateter air seni tidak bisa keluar maka dilakukan tekanan ringan pada perut bagian kiri di bawah pusar. Ulangi terus sampai air seni keluar.
  • Untuk melepas dan memasang kateter diperlukan penanganan dari petugas medis, hal ini untuk menghindari luka gores dan infeksi pada saluran kencing
Load comments